Foto: sebagai masyarakat pengungsi di hutan

MAYBRAT_AKURATPAPUA.COM --- Ribuan masyarakat sipil di Kabupaten Maybrat ini mengungsi meninggalkan kampung halamannya akibat perusakan perumahan warga sipil oleh gabungan TNI-POLRI setelah 4 Anggota TNI AD Gugur. 

Rakyat Mengungsi!

"Ribuan warga  yang terdiri dari 18 Kampung atau Desa di Maybrat meninggalkan kampung halamannya mengungsi ke Hutan setelah perumahan warga sipilnya dirusak oleh gabungan TNI-POLRI" Tulis salah satu peserta group Facebook bernama [Masyarakat Adat Papua Melawan] yang diterima media ini," Minggu, (5/9/21).

Pengungsi rakyat ke Hutan sejak 2 September 2021 setelah penembakan yang telah terjadi antara tentara pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengakibatkan 4 orang TNI gugur tertembak meninggal dunia," Jelasnya.

Sejak tanggal 2 September 2021 Indonesia melalui Polda Papua Barat sudah melakukan pendoropan Militer ke Maybrat, Sampai saat ini terus berlanjut. Gubernur Papua Barat, Polda dan pangdam Papua Barat ikut serta turun di Maybrat. Dan Aparat gabungan TNI-POLRI telah melakukan pengurusakan rumah-rumah milik rakyat west Papua, menangkap 2 orang rakyat west Papua. Puskesmas, sekolah-sekolah dan aktivis umum lainnya dihentikan. Gereja-Gereja diambil alih oleh aparat gabungan TNI-POLRI, untuk menjadikan pos Militer. Saat di di beberapa kampung di Maybrat, Militer Gabungan sedang menggunakan Gereja sebagai pos Militer Gabungan," Katanya.

Saat ini masyarakat di Maybrat sedang berlangsung melakukan pengungsian ke Hutan untuk mendapatkan keselamatan diri, keluarga dan sesama rakyat west Papua. Rakyat west Papua di Maybrat mencari keamanan diri, lebih memilih mengungsi ke Hutan-hutan karena rakyat merasa aman dihutan dan kampung lainnya yang belum dapat melakukan pendoropan Militer," Pungkasnya.

Rakyat Maybrat sangat traumatis dengan adanya pendoropan Militer Indonesia, juga mengingatnya Indonesia yang selalu mengutamakan penyelesaian melalui jalan keamanan (pendoropan Militer).Terutama,di Distrik Aifat selatan kab. Maybrat pada tanggal 3 dan 4 sampai hari ini masih terus berlangsung. Dari 18 kampung yang melakukan pengungsian masih di Hutan, sedang melakukan penampungan. Rakyat traumatis,panik dan masih dalam Hutan, karena Militer Gabungan ( TNI-Polri) sedang melakukan pendoropan yang rencananya akan melakukan operasi Militer di 18 Kampung. Terutama Aifat selatan dan Aifat Timur, sementara Aifat selatan Militer Gabungan sudah melakukan tindakan pengurusakan rumah-rumah milik rakyat, di 5 Kampung hancur dihantam oleh Militer Gabungan (TNI-POLRI). Semua harta-benda dan ternak milik rakyat hancur, 1 rumah dibakar milk salah satu milik orang tua," Terangnya.

Semua aktifitas tidak berjalan, Militer gabungan (TNI-POLRI) melakukan suiping dan operasi kepda rakyat west Papua untuk mencari tahu, pelaku penembakan (TPNPB). Maikel yam dan Simon ditangkap pada tanggal 2, Simon dibebaskan beberapa saat kemudian karena berestatus sebagai SOTPOL PP dan Maikel masih ditahan Sampai saat ini. Pendoropan Militer ke Maybrat terus bergerak, penangkapan,teror terhadap rakyat west Papua di Maybrat sedang berlangsung," Bebernya.

Sementara, Rakyat west yang sudah tergabung dalam mengamankan diri, keluarga dan sesama rakyat west Papua di Maybrat karena trauma melihat tindakan Militer Gabungan (TNI-Polri). Masih bertahan di hutan tempat penampungan. Yang melakukan pengungsian terdiri dari; Mama, Anak kecil usia dini, orang tua lanjut usia, remaja laki-laki/P. Semua rakyat di Maybrat Masih terpencar di hutan dari 18 Kampung," Tuturnya.

Sumber: Group Facebook (Masyarakat Adat Papua Melawan)
Editor: (JT)